FISIOFIT.ID - Setelah olahraga, mengangkat barang berat, perjalanan jauh, atau melakukan aktivitas fisik yang lebih berat dari biasanya, tubuh bisa terasa pegal, nyeri, kaku, atau bahkan muncul memar ringan.
Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama ketika otot bekerja lebih keras atau tubuh mengalami benturan ringan saat beraktivitas.
Meski sering kali bisa membaik dengan perawatan sederhana di rumah, nyeri otot dan memar tetap perlu ditangani dengan tepat.
Tujuannya agar rasa tidak nyaman tidak semakin mengganggu dan tubuh bisa kembali bergerak dengan aman.
Baca juga: Cara Terhindar dari Overtraining
Kenapa Nyeri Otot dan Memar Bisa Muncul Setelah Aktivitas?
Nyeri otot setelah olahraga atau aktivitas berat biasanya muncul karena otot bekerja lebih keras dari biasanya.
Misalnya saat mencoba jenis latihan baru, meningkatkan intensitas olahraga, berjalan jauh, atau melakukan gerakan berulang dalam waktu lama.
Otot yang belum terbiasa dengan beban tersebut bisa terasa pegal, kaku, atau nyeri beberapa jam hingga beberapa hari setelah aktivitas.
Sementara itu, memar setelah benturan dapat terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah akibat tekanan atau benturan ringan.
Darah yang keluar dari pembuluh tersebut kemudian tampak sebagai perubahan warna pada kulit, mulai dari kemerahan, kebiruan, keunguan, hingga kekuningan seiring proses pemulihan.
Selain benturan, nyeri dan memar juga bisa dipicu oleh tekanan berulang pada area tertentu atau aktivitas yang terlalu dipaksakan saat tubuh sedang lelah.
Langkah Awal yang Bisa Dilakukan di Rumah
Untuk keluhan ringan, ada beberapa cara mengatasi nyeri otot dan memar yang bisa dilakukan secara mandiri.
Pertama, istirahatkan area yang nyeri. Hindari memaksakan gerakan berat, terutama jika rasa sakit muncul saat bagian tubuh tersebut digerakkan.
Istirahat bukan berarti tubuh harus berhenti bergerak total, tetapi kurangi aktivitas yang memberi beban berlebih pada area yang sedang tidak nyaman.
Kedua, gunakan kompres dingin pada fase awal, terutama jika nyeri disertai memar atau bengkak ringan.
Gunakan kain sebagai pelapis agar es tidak langsung menempel pada kulit. Kompres dapat dilakukan beberapa kali sehari dengan durasi secukupnya, terutama pada 24–48 jam pertama setelah benturan.
Ketiga, hindari pijat keras pada memar baru. Sebagian orang langsung memijat area memar agar cepat membaik, padahal tekanan berlebihan justru bisa membuat area tersebut semakin nyeri atau memperparah kondisi memar.
Keempat, lakukan gerakan ringan saat nyeri mulai berkurang. Peregangan ringan, berjalan perlahan, atau gerakan sederhana dapat membantu tubuh kembali aktif secara bertahap.
Namun, jika gerakan tertentu membuat nyeri bertambah, sebaiknya hentikan dulu dan jangan dipaksakan.
Mengenal Pilihan Gel dan Salep untuk Nyeri Ringan
Untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada otot atau area yang memar ringan, sebagian orang menggunakan produk oles seperti gel, krim, salep, balsem, atau koyo.
Beberapa produk memberikan sensasi dingin atau hangat, seperti Counterpain, Salonpas, Neo Rheumacyl, Balpirik, atau BENGAY, sehingga area yang pegal bisa terasa lebih nyaman.
Ada juga produk oles dengan kandungan antinyeri atau antiradang, seperti diclofenac atau piroxicam, yang bekerja langsung di area kulit. Contohnya antara lain Voltaren Emulgel, Voltadex Gel, atau Counterpain PXM Gel.
Untuk keluhan ringan seperti nyeri akibat benturan, memar, atau lebam, Thrombovoren® Emulgel dapat menjadi salah satu pilihan karena mengandung diclofenac diethylamine dan heparin sodium yang membantu meredakan nyeri sekaligus memar.
Apa pun produk yang digunakan, pastikan selalu mengikuti aturan pakai. Hindari penggunaan pada luka terbuka, kulit yang sedang iritasi berat, atau area yang mengalami nyeri hebat tanpa penyebab yang jelas.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengalami Memar atau Nyeri Otot
Saat tubuh terasa nyeri, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Misalnya langsung memijat area memar terlalu keras, tetap memaksakan olahraga berat, atau mengabaikan bengkak yang semakin besar.
Kesalahan lain yang juga cukup sering terjadi adalah menggunakan produk oles pada luka terbuka. Produk oles untuk nyeri atau memar umumnya digunakan pada kulit utuh, bukan pada luka, lecet, atau area yang mengalami iritasi berat.
Selain itu, jangan menunda pemeriksaan jika nyeri tidak kunjung membaik. Jika rasa sakit terus muncul selama beberapa hari atau sering kambuh setelah aktivitas tertentu, ada baiknya mencari bantuan profesional.
Kapan Perlu ke Fisioterapis atau Tenaga Kesehatan?
Tidak semua nyeri otot dan memar membutuhkan pemeriksaan segera. Namun, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan.
Segera konsultasikan ke fisioterapis atau tenaga kesehatan jika nyeri terasa sangat berat, memar semakin meluas, bengkak tampak besar, atau Anda sulit menggerakkan anggota tubuh.
Pemeriksaan juga disarankan jika nyeri tidak membaik setelah beberapa hari, sering kambuh setelah aktivitas tertentu, atau disertai mati rasa dan kesemutan.
Fisioterapis dapat membantu memeriksa cara tubuh bergerak, kekuatan otot, kelenturan, serta aktivitas apa saja yang mungkin membuat nyeri sering muncul kembali. Dengan begitu, penanganan tidak hanya berfokus pada rasa nyeri saat ini, tetapi juga membantu mencegah keluhan serupa muncul kembali.
